Oleh: artja | Agustus 30, 2006

Sehelai Pelangi

(catatan kecil buat Lilis Sofiani)

Sehelai pelangi sejati hanyalah ruang tanpa warna
tak ada biru ataupun jingga
apalagi sampai tujuh warna

Maka terimalah, kekasih
bingkisan tanpa warna
atau pita menyulam sampulnya
Sebab yang sejati adalah tak berwarna
tak bisa terlihat ujung batasnya

Kalau Kau simpan dalam kotak kaca tembus pandang
atau sekedar kau letakkan di atas meja,
maka seolah tak ada apa-apa di sana
bahkan bayangan pun kehilangan jejaknya.
Karena hanya satu ruang saja yang pantas menyimpannya.

Di sana dapat Kau rasakan ia hadir, lewat
darahmu yang berdesir sepanjang aliran, bersama degup
jantungmu yang berdebar kencang, atau berbisik diantara nafasmu
di tiap helaan.

Dan di sana, di ruang hatimu, Sayangku,
ia akan menampakkan warna yang sesungguhnya,
warna yang selalu dapat Kau baca sebagai penjelmaan
cinta.

Ia akan tetap ada di sana selama kau ada
Karena sehelai pelangi sejati tak juga akan hilang
meski jauh sudah jarak hujan, dan langit
mulai terang.

Jakarta, 2006


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: