Oleh: artja | Desember 22, 2006

belajar menjadi suami (3)

Adakah batas waktu untuk belajar sesuatu? Kalau acuannya sekolah, maka jawabnya ya, ada batas waktu untuk belajar. Sebagai contoh, setidaknya di Indonesia, murid SD secara normal belajar di sekolah selama enam tahun. Tentu saja ada yang lebih, dan ada yang kurang dari itu. Tapi jelas, ada batasan waktu bagi murid yang belajar di SD. Tapi itu batasan di institusi pendidikan formal. Di institusi non formal, seperti masyarakat misalnya, maka proses belajar tidak dibatasi waktu. Begitu juga dengan belajar menjdai suami. Tak ada batasan waktu. Dalam artian, tidak pernah seorang akan dianggap lulus untuk menjadi suami, atau telah cukup dan sempurna menjadi suami, sehingga tak perlu belajar lagi. Belajar dalam masyarakat, seperti juga belajar menjadi suami, adalah belajar yang tak bisa dibatasi waktu. Seumur hidup harus dijalani.


Responses

  1. setuju banget, yang namanya pembelajaran.. *apapun itu*.. pasti dilakukan sepanjang hidup…
    (long life learner)..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: