Oleh: artja | September 26, 2007

Mencari Seribu Bulan

1.

tinggal bercak lama
pada wajah
ketika sujud menjelma
serata tanah

2.

bagaimana lumpur tanah
bisa mencapai bulan
pemilik sempurna wajah?

maka wajah ini
hanya merasakan lumpur
saat air dan sujud diri
bercampur

3.

mencari seribu bulan
barangkali hanya satu
antara tanah dan wajahku

maka lumpur ditelan rindu
dalam sesak rongga dadaku

seperti bertahun-tahun lalu kau sapa aku
di tengah beranda rumahmu
seperti berabad-abad lalu kau usir aku
di tengah limpahan cintamu

mencari seribu bulan:
barangkali bukan seribu

barangkali hanya satu
antara tanah, wajahku, dan cintamu

Ramadhan 1428 H


Responses

  1. puisi ini ‘sejuk’ banget tja!

  2. Kok gue malah laper..:(


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: